PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN METODE GUGUS KENDALI MUTU DALAM UPAYA MENURUNKAN PERSENTASE PRODUK RUSAK DI PT. ABADI GENTENG JATIWANGI

Kurnia, Mamat (2006) PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN METODE GUGUS KENDALI MUTU DALAM UPAYA MENURUNKAN PERSENTASE PRODUK RUSAK DI PT. ABADI GENTENG JATIWANGI.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

PT. Abadi Genteng Jatiwangi - Majalengka yang bergerak dalam bidang industri genteng sedang mengalami masalah tentang tingginya produk yang rusak, sehingga perlu adanya usaha pengendalian kualitas yang dapat menekan jumlah produk yang rusak. Pengendalian kualitas ini diharapkan dapat memperoleh solusi dari permasalahan yang ada di PT. Abadi Genteng Jatiwangi, sehingga produk yang dihasilkan mempunyai kualitas yang baik. Dari hasil penelitian produk genteng rusak disebabkan oleh beberapa faktor diantarantanya faktor manusia, mesin, metoda, material, dan lingkungan. Untuk itu peneliti menganalisa penyebab timbulnya produk rusak dengan metode Gugus Kendali Mutu (GKM) yang didukung oleh 7 alat pengendali (seven tools). Seven tools yang digunakan adalah Brainstorming, diagram sebab akibat, metode 5W + 1H, dan peta kendali. Brainstorming digunakan untuk meminta masukan atau pendapat dari anggota gugus yang dibentuk. Diagram sebab akibat digunakan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan timbulnya produk rusak. Metode 5W + 1H digunakan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi perusahaan. Sedangkan peta kendali digunakan untuk melihat hasil penerapan Gugus kendali, dengan membandingkan produk rusak sebelum dan sesudah penerapan GKM. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperusahaan dapat diketahui bahwa faktor mesin merupakan faktor yang sering menyebabkan terjadinya produk rusak. Sebelum GKM Sesudah GKM Jumlah % Jumlah % 15854 2.5 14165 2.2 Dengan menggunakan metode GKM, produk genteng yang rusak mengalami penurunan sebesar 0,3 %. Dimana pada bulan oktober 2005 sebelum penerapan GKM produk rusak sebesar 2,5 % (15854 buah), sementara bulan desember 2005 setelah penerapan GKM produk rusak sebesar 2,2 % (14165 buah). Dengan demikian maka penerapan metode GKM ini berhasil sesuai dengan tujuan dari penelitian. Penerapan GKM ini sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan oleh perusahaan, karena menghasilkan nilai yang positif bagi perusahaan berupa menurunnya jumlah produk genteng yang rusak.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7724

Actions (login required)

View Item View Item