KAMPANYE IKLAN TAKAFUL ABROR

Munarfa, Laode (2006) KAMPANYE IKLAN TAKAFUL ABROR.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penggunaan kendaraan bermotor semakin marak belakangan ini, ditambah dengan para produsen yang bergerak dibidang ini semakin hari semakin produktif sehingga masyarakat calon pengguna dimanjakan dengan banyak pilihan. Kendaraan bermotor sejak awal penciptaannya memang sudah dirasakan manfaatnya terutama di masa sekarang, dimana setiap orang berlomba dengan waktu untuk dapat menyelesaikan urusannya masing-masing tanpa harus menguras banyak waktu dan tenaga. Namun kenyataan yang terjadi dilapangan seolah menunjukan hukum keseimbangan alam memang benar-benar berlaku, tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan bermotor, ternyata juga diiringi dengan meluasnya tingkat risiko yang dapat menyebabkan kerugian. Kerugian itu sendiri bisa datang karena terseret banjir misalnya, tersambar petir atau bencana alam lainya, bisa juga karena hilang dicuri orang atau tuntutan ganti rugi oleh pihak ketiga karena kendaraan miliknya rusak tertabrak. Risiko-risiko yang sudah terjadi memang tidak dapat dihindari, karena itu semua sudah merupakan ketentuan dari alloh SWT. tapi bukan berarti masyarakat harus menerima begitu saja kerugian yang dialami, justru sebaliknya masyarakat seharusnya berusaha mencari jalan agar dapat mengatasi kerugian yang terjadi. Berkaitan dengan hal ini terdapat beberapa cara yang dapat ditempuh untuk menangani kerugian yang menimpa (Bey Sapta Utama, 2006), yang pertama adalah dengan cara menanggungnya sendiri (Risk Retention), cara ini sangat mungkin dilakukan bagi masyarakat yang secara materi mampu menanggung risiko kerugian yang menimpa. Kedua, dengan cara mengalihkan risiko kerugian pada pihak lain (risk transfer), dimana masyarakat dapat memanfaatkan jasa asuransi untuk menanggung risiko yang tidak mampu dipikulnya sendiri dan yang ketiga, adalah dengan cara mengelolanya bersama-sama (risk sharing). Cara yang terakhir adalah cara baru dalam dunia perasuransian Indonesia yang coba diperkenalkan oleh PT. Asuransi Takaful Umum dalam produk asuransi kendaraan bermotornya atau yang disebut dengan Takaful Abror. Secara mendasar mekanisme Takaful Abror tidak berbeda dengan asuransi secara umum, perbedanya terletak pada sistem yang diterapkan yaitu berdasarkan ketentuan dalam syariah Islam, dengan perinsip bahwa kerugian yang diderita merupakan tanggung jawab semua peserta asuransi melalui premi yang diniatkan dari awal untuk membantu peserta lain yang tertimpa musibah, sehingga dengan adanya kebersamaan beban kerugian yang ditanggung oleh salah satu peserta akan jauh lebih ringan. Keberadaan asuransi memang membawa manfaat tersendiri bagi masyarakat, tapi kenyataanya sebagian besar masyarakat merasa enggan untuk mengikuti perogram asuransi. Banyak faktor yang melatar-belakangi hal ini, tidak hanya dari segi keagamaan yang melarang penggunaan bunga dalam asuransi, bukan juga kondisi ekonomi dan tingkat pendidikan, tapi pengaruh sikap ketidak jujuran sebagian besar pelaku bisnis asuransi juga turut mempengaruhi keengganan masyarakat untuk berasuransi. Fakta yang disayangkan adalah sebagian masyarakat yang mengerti manfaat asuransi, justru cenderung memilih jasa asuransi konvensional bahkan dari masyarakat muslim sendiri, sedangkan kesempatan dalam usaha meringankan beban risiko kerugian yang benar-benar sesuai dengan syariat Islam telah tersedia. Tidak dapat dipungkiri, alasan berinvestasi dalam lembaga asuransi adalah mencari keuntungan baik itu dari pihak peserta maupun dari perusahaan asuransi sendiri, permasalahanya adalah usaha seperti apa dan bagaimana cara mendapatkan keuntungan yang dibenarkan dalam Islam. Pada umumnya masyarakat yang mengikuti perogram asuransi hanya memikirkan besarnya untung-rugi tanpa menghiraukan baik-buruknya keuntungan yang diperoleh. Hal ini disebabkan aturan main yang diterapkan asuransi konvensional lebih mendominasi sehingga kemunculan asuransi yang mempertimbangkan baik dan buruknya keuntungan yang diperoleh justru dianggap aneh. Oleh karena itu Takaful Abror sebagai lembaga asuransi dengan sistem syariah harus disosialisasikan agar masyarakat menyadari manfaat yang ditawarkan. Proses sosialisasi yang dilakukan adalah melalui kampanye iklan yang terencana, dengan membawa inti pesan yang akan disampaikan kepada khalayak sasaran melalui berbagai media komunikasi. Maksudnya adalah menanamkan merek Takaful Abror sebagai asuransi kendaraan bermotor yang benar-benar berlandaskan syariah, melalui kebersamaannya dan memperkenalkan kemudahan dalam mendapatkan banyak manfaat hanya dengan satu kali pembayaran premi setiap tahunnya.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7788

Actions (login required)

View Item View Item