Memperkenalkan Hutan Mangrove Kepada Anak-Anak

Saselah, Satria (2006) Memperkenalkan Hutan Mangrove Kepada Anak-Anak.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Hutan sering dibayangkan sebagai suatu tempat yang menakutkan, anker, dan dihuni oleh mahkluk-mahkluk yang mengerikan. Sebenarnya Hutan merupakan pepohonan yang tumbuh rapat beserta tumbuh-tumbuhan memanjat dengan bunga yang beraneka warna yang berperan sangat penting bagi kehidupan dibumi ini (kompas,1996). Dari sudut pandang orang ekonomis, hutan merupakan tempat menanam modal jangka panjang yang sangat menguntungkan. Sedangkan bagi para ilmuwan hutan menjadi sangat bervariasi sesuai dengan spesifikasi ilmu. Ahli silvikultur mempunyai pandangan berbeda dengan ahli-ahli ilmu yang lainnya. Menurut ahli silvika, hutan merupakan suatu assosiasi dari tumbuh-tumbuhan yang sebagian besar terdiri atas pohon- pohon atau vegetasi berkayu yang menempati areal luas. Sedangkan ahli ekologi mengartikan hutan sebagai suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai oleh pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan berbeda dengan keadaan diluar hutan (Departemen Kehutanan,1990). Pada dasarnya, semua variasi tersebut akan mempunyai suatu kesamaan persepsi apabila ditarik suatu kesimpulan, yakni assosiasi kehidupan, baik tumbuh-tumbuhan (flora) maupun binatang (fauna) dari yang sederhana sampai yang bertingkat tinggi dan dengan luas sedemikian rupa serta mempunyai kerapatan tertentu dan menutupi areal, sehingga data membentuk iklim mikro tertentu. Assosiasi adalah suatu komunitas tumbuhan yang mempunyai komposisi tumbuhan berbunga didalam suatu formasi. Di permukaan bumi ini, kurang lebih terdapat 90% biomassa yang terdapat dalam hutan berbentuk pokok kayu, dahan, daun akar dan sampah hutan (serasah), hewan, dan jasad renik. Yang membentuk berbagai bentuk kumpulan pepohonan yang mampu menjaga keseimbangan sistem ekologi lingkungan hidup, menyelamatkan semua makhluk hidup di dalamnya, gudang penyimpanan plasma nuftah, mempertahankan degradasi tanah dan erosi, sumber kayu industri kayu dan penggergajian lokal, sumber hasil hutan ikutan bagi penduduk setempat serta sebagai tempat wisata alam, dan terutama untuk penelitian (Arief, 1994). Kumpulan pohon terdapat dibeberapa tempat, tetapi kumpulan pohon tersebut tidak dapat disebut hutan. Begitu pula hutan terdapat dibeberapa tempat, tetapi hutan tersebut diklasifikasikan dalam jenis hutan dan tipe hutan. Dalam pengelompokan hutan menurut tipe hutan terdapat beberapa klasifikasi tipe. Tipe hutan merupakan istilah yang digunakan bagi kelompok tegakan yang mempunyai ciri-ciri yang sama dalam sussunan jenis perkembangannya. Menurut tipe hutan dalam posisi vertikal terdapat hutan pantai (litorral forest), hutan payau (mangrove forest), hutan rawa (swamp forest), hutan gambut (peat forest), hutan rawa air tawar, hutan batu kapur dan batu ultrabasik, hutan dataran rendah, hutan dataran tinggi hutan monsoon atau gugur dan (deciduous forest) dan hutan hujan pegunungan. Dalam hal ini dengan menelaah jauh lagi tentang hutan payau (mangrove), sebagai objek penelitian yang diangkat sebagai objek observasi dalam pembuatan makalah ini. Meliputi kajian apa yang terdapat dalam hutan payau tersebut Dalam hal ini hutan mangrove kurang mendapat perhatian atau dikenal lebih dalam dan oleh masyarakat yang belum tahu manfaatnya dan apa saja yang terkandung didalamnya seperti hutan payau (mangrove) yang memiliki kekompleksan tersendiri dalam ekosistemnya yang memiliki manfaat yang penting dalam kehidupan mahkluk hidup terlebih lagi manusia sebagai pemelihara dan pengolah hutan yang belum begitu mengetahui apa manfaat dari hutan payau tersebut. Berdasarkan SK Dirjen Kehutanan No. 60/Kpts/Dj./I/1978 hutan mangrove dikatakan sebagai hutan yang terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut, yakni tergenang pada waktu pasang dan bebas genangan pada waktu surut.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7789

Actions (login required)

View Item View Item