Kampanye Pencegahan Penyakit Rabies di Kota Bandung

Priatna, Adhi (2006) Kampanye Pencegahan Penyakit Rabies di Kota Bandung.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penyakit tidak pernah lepas dari kehidupan manusia, mereka telah ada sejak awal mula adanya manusia di bumi ini, penyakit datang karena akibat dari perubahan iklim dan cuaca, faktor genetika , kondisi alam dan lingkungan hidup. Jenis penyakit sendiri terdiri dari berbagai macam salah satunya adalah penyakit menular, jenis penyakit ini dapat menyebabkan banyak korban karena dapat menjangkiti sekelompok orang dan apabila tidak segera ditanggulangi atau dicegah akan fatal akibatnya dan dapat menjangkiti daerah lain, hal ini diakibatkan oleh bakteri dan virus penyebab penyakit menular tersebut dapat berpindah atau menulari dari satu orang keorang lain dalam waktu yang singkat, proses penularan dapat secara langsung ataupun melalui perantara seperti udara,air, dan hewan penyakit menular juga terdiri dari penyakit menular yang berbahaya seperti demam berdarah dengue, malaria, HIV/ aids, rabies,dll, dan penyakit menular yang tidak berbahaya seperti cacar, chikungunya, dan flu, tapi tetap saja apabila tidak segera dicegah atau di tanggulangi dapat menggangu Rabies di Jawa barat pertama kali di temukan pada hewan tahun 1984, sampai saat ini belum dapat diberantas tuntas dan merupakan satu-satunya propinsi di Pulau Jawa yang belum bebas dari penyakit rabies. Penyakit ini disebabkan oleh suatu virus yang bernama virus rabies yang menyebabkan gangguan saraf pusat, penyakit rabies menular pada manusia melalui gigitan hewan seperti anjing, kucing, dan kera, yang terdapat virus rabies, atau dapat pula melalui luka yang terkena air liur hewan penderita rabies. Kasus rabies di Indonesia pertama kali dilaporkan oleh Esser tahun 1884 pada seekor kerbau, kemudian oleh Penning tahun 1889 pada seekor anjing dan oleh Eilerls de Zhaan tahun 1894 pada manusia. Semua kasus ini terjadi di Propinsi Jawa Barat dan setelah itu rabies terus menyebar ke daerah Indonesia lainnya. Jenis penyakit rabies sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian, belum lama ini penyakit rabies menelan korban sebanyak 9 orang, di salah satu daerah di Bandung barat dan menyebabkan 2 orang meninggal dunia. Hal ini diakibatkan kurangnya informasi mengenai pertolongan pertama dan keterllambatan korban dibawa kerumah sakit. Banyaknya event – event ( pameran, perlombaan ketangkasan, perawatan, Fashion show,dll ) bagi anjing, tanpa diimbangi dengan didaftarkannya hewan tersebut keinstansi terkait dan kurangnya sosialisasi tentang pencegahan penyakit rabies, turut memperparah bagi penularan penyakit rabies kepada manusia khususnya pemilik hewan peliharaan tersebut.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7794

Actions (login required)

View Item View Item