MEDIA INFORMASI PENDIDIKAN REPRODUKSI BAGI REMAJA USIA 13-17 TAHUN

Tofani, Handy (2006) MEDIA INFORMASI PENDIDIKAN REPRODUKSI BAGI REMAJA USIA 13-17 TAHUN.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Perilaku seksual menyimpang di kalangan pelajar semakin memperihatinkan. Banyaknya pelajar yang menjadi pelaku atau korban dari penyimpangan seksual, meresahkan orang tua, pendidik maupun masyarakat. Mayoritas orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah, termasuk pendidikan moral yang mencakup pula etika pergaulan yang memberikan rambu-rambu agar siswa tidak terjerumus dalam perilaku seksual menyimpang. Sementara itu, dengan adanya keterikatan pada kurikulum, banyak lembaga pendidikan yang tidak dapat memenuhi harapan orang tua tersebut. Padahal maraknya pornografi maupun pornoaksi di tengah masyarakat mempengaruhi merebaknya penyimpangan seksual di kalangan pelajar, dan memerlukan penanganan serius. Selain penanaman nilai-nilai luhur yang dapat mengendalikan nafsu yang merusak maka pengetahuan tentang kesehatan reproduksi perlu diberikan, agar anak mengetahui cara memelihara dan melindungi organ-organ reproduksinya. Terpaan informasi dan penyajian komoditas seks yang vulgar dan menyesatkan perlu diimbangi dengan pemberian pengetahuan tentang seksualitas secara benar. Namun hal ini jarang dilakukan, karena masih sering menimbulkan kontroversi. Sebagian orang tua memandang pengetahuan tentang reproduksi itu identik dengan pendidikan seks. Sehingga mereka menentang diberikannya pendidikan reproduksi sehat bagi pelajar. Persepsi dan sikap semacam ini juga ada pada sebagian guru atau dosen. Di sisi lain sebagian orang tua, guru, dosen, menginginkan adanya pendidikan reproduksi sehat masuk dalam kurikulum, agar anak dapat melewati masa para produksi (sebelum menikah) itu dengan "selamat dan sehat". Yaitu dengan penyampaian pendidikan reproduksi yang dimulai sejak dini umtuk menjaga naluri seksual anak tumbuh secara sehat Artinya terhindar dari perilaku yang menyimpang dari moral maupun kehidupan seksual yang sehat. Contohnya yaitu dengan memperkenalkan larangan masuk ke kamar tampa izin dan mengenai aturan pergaulan dengan lawan jenis, meskipun itu saudaranya, memperkenalkan perbedaan jenis kelamin. Sebagian pelaku atau korban dari penyimpangan seksual mengemukakan, mereka terjebak dalam perilaku tersebut karena mendapatkan informasi tentang seks yang menyesatkan. (Sukri,Suhandjati dalam Suara Merdeka, 2003) Hal-hal yang dapat menngakibatkan remaja usai 13-17 tahun dapat terjerumus dalam perilaku penyimpangan seksual yaitu adanya media-media komunikasi Seperti televisi, Koran, majalah, internet, dll yang kuarng tepat dalam menyampaikan informasi tentang pendidikan seks kepada remaja usia 13-17 tahun. Dimana informasi tersebut sangat mudah untuk dikonsumsi/dilihat oleh remaja, dan remaja beranggapan bahwa informasi yang di peroleh tersebut dapat dianggap benar walaupun informasi tersebut berdampak negatif yang nantinya dapat mengakibatkan penyimpangan perilaku seksual pada remaja usia 13-17 tahun.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7796

Actions (login required)

View Item View Item