PENGARUH PENERAPAN BIAYA PEMELIHARAAN AKTIVA TETAP TERHADAP PENINGKATAN LABA OPERASI DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM

Renita, Lelis (2006) PENGARUH PENERAPAN BIAYA PEMELIHARAAN AKTIVA TETAP TERHADAP PENINGKATAN LABA OPERASI DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Suatu perusahaan agar dapat mempertahankan aktifitas operasi dan manajemen yang baik, maka harus terus melakukan perbaikan dari periode ke periode. Perbaikan itu diantaranya adalah mutu produk, inovasi, ketepatan waktu saat produksi, dan memangkas biaya yang tidak perlu terjadi. Perolehan laba sangat ditentukan oleh pendapatan yang diperoleh, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Oleh karena itu, maka pengendalian biaya mutlak diperlukan agar tidak terjadi pemborosan. Pengeluaran biaya tersebut benar-benar diarahkan untuk memperoleh pendapatan yang diharapkan dari tahun ke tahun terjadi peningkatan seiring dengan pertumbuhan perusahaan. Diantara banyaknya aktiva yang dimiliki oleh perusahaan, aktiva tetap adalah aktiva yang dianggap penting karena merupakan jenis harta yang tidak langsung habis saat kegiatan operasi perusahaan, contohnya adalah peralatan kantor (office supplies), gedung (building), tanah (land), dan lain-lain. Dalam penggunaannya, aktiva tetap dapat mengalami penurunan aktiva yang disebabkan oleh ausnya aktiva (karena telah berkarat, tua, dan rusak), selain itu penurunan nilai aktiva merupakan suatu kerugiaan. Oleh karena itu untuk mengurangi kerugian perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk diadakannya pemeliharaan aktiva tetap Biaya aktiva tetap merupakan salah satu biaya operasional yang memiliki nilai cukup material, hal ini disebabkan oleh karakteristik aktiva tetap itu sendiri baik dari sisi nilai nominal atau dari sisi nilai fungsionalnya. Dari sisi nilai nominal, harga perolehan aktiva tetap adalah material maka diperlukan kegiatan perawatan yang baik dan rutin untuk mempertahankan kondisi normal aktiva tetap, karena bila tidak dirawat akan menyebabkan tingkat produktivitas semakin menurun, sehingga mempengaruhi perusahaan dalam memperoleh laba. Sedangkan dari sisi nilai fungsionalnya, keberadaan aktiva tetap yang memiliki keandalan dan memenuhi persyaratan keselamatan kerja sangat diperlukan dalam kegiatan operasional perusahaan. Mengingat pentingnya kegiatan pemeliharaan aktiva tetap maka biaya pemeliharaan aktiva tetap tersebut cukup material sehingga keberadaannya tidak dapat ditiadakan. Dengan adanya kegiatan pemeliharaan aktiva tetap yang rutin akan mengurangi kegagalan produksi dan dapat menambah masa manfaat dari peralatan produksi yang digunakan. Upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan terbatas pada pengoptimalan biaya aktiva tetap yaitu dengan merancang suatu sistem pengendalian manajemen yang baik sehingga dengan biaya pemeliharaan aktiva tetap diharapkan dapat meningkatkan laba operasional perusahaan. Pengelolaan biaya yang efektif dan terkoordinir akan menghasilkan perolehan laba operasional perusahaan yang optimal, karena biaya pemeliharaan aktiva tetap ini berhubungan langsung dengan perolehan pendapatan dari perusahaan. Semakin tinggi frekuensi pemakaian tetap maka membutuhkan biaya yang lebih besar. Kondisi tersebut telah mendorong manajemen untuk mengoptimalkan pemakaian aktiva tetap perusahaan, hal tersebut agar dapat meningkatkan profesional dalam pengelolaan perusahaan, sehingga dapat bekerja lebih efisien sesuai dengan tuntutan dan perkembangan dunia usaha. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan perusahaan yang memberikan jasa pelayanan dan memberikan kemanfaatan umum di bidang air minum sesuai dengan Undang-undang No. 5 tahun 1962. Namun saat ini PDAM merasa kesulitan untuk memberikan pelayanan air kepada masyarakat, hal ini penulis kutip dari artikel yang ditulis oleh Ir. Djoko Rismianto dengan judul “Sumbang Pikir Menuju Kemandirian PDAM”, kesulitan itu disebabkan PDAM mengalami kebocoran air antara 40-50% dari total produksi. Kebocoran terjadi karena pipa yang sudah tua dan tidak layak pakai, sehingga tidak dapat beroperasi dengan baik. Selain itu juga kebocoran terjadi karena pencurian sambungan air secara liar sebelum masuk meteran. Berdasarkan kasus tersebut PDAM yang memiliki aktiva tetap beragam dan dianggap mempunyai peranan yang sangat penting dengan nilai nominal yang sangat besar, maka konsekuensi dari kepemilikan aktiva tetap tersebut adalah bahwa PDAM harus melakukan kegiatan pemeliharaan dengan biaya yang relatif kecil untuk mempertahankan agar aktiva tetap selalu berada dalam kondisi yang baik dan siap dioperasikan. Maka dengan adanya biaya pemeliharaan aktiva tetap, kegiatan pemeliharaan dapat tetap dilakukan dengan baik sehingga produktivitas perusahaan tidak terganggu, dari sisi lain beban operasi meningkat yang kemudian akan diikuti peningkatan laba bersih sehingga diharapkan dapat mencapai tingkat laba operasi yang baik. Berdasarkan dari uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul “Pengaruh Penerapan Biaya Pemeliharaan Aktiva Tetap Terhadap Peningkatan Laba Operasi Di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandung”.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Akuntansi > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7841

Actions (login required)

View Item View Item