PENGARUH EFEKTIVITAS SELF ASSESSMENT SYSTEM TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK BANDUNG KAREES

Setyorini, Agung (2006) PENGARUH EFEKTIVITAS SELF ASSESSMENT SYSTEM TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK BANDUNG KAREES.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pada hakekatnya pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia adalah pembangunan Indonesia seutuhnya untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Untuk melaksanakan dan meningkatkan pembangunan tersebut diperlukan dana yang memadai. Agar hakekat dari pembangunan tersebut dapat tercapai, dalam pelaksanaannya diperlukan dana yang cukup besar guna membiayai pembangunan tersebut. Adapun dana yang dimiliki oleh negara berasal dari penerimaan dalam dan luar negeri. Salah satu penerimaan negara dari dalam negeri adalah dari sektor pajak. Sebagaimana kita ketahui bahwa pajak adalah sumber pendapatan dalam negeri yang paling besar adalah penerimaan dari sektor pajak ini menyumbang sekitar 70% dalam APBN. Pajak Pertambahan Nilai merupakan salah satu sektor pajak yang memberikan masukan sebagai pendapatan bagi negara yang masuk dalam kas negara. Di Indonesia system pemungutan pajak yang berlaku adalah With Holding System dan Self Assessment System. Self Assesment System yaitu suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang penuh kepada wajib pajak untuk menghitung, membayar dan melaporkan sendiri besarnya utang pajak. Dan sistem pemungutan pajak ini berlaku untuk memungut pajak pertambahan nilai. Pemungut pajak pertambahan nilai adalah bendaharawan, pemerintah, badan, atau instansi pemerintah yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk memungut, menyetor dan melaporkan pajak yang terutang oleh pengusaha kena pajak atas penyerahan barang kena pajak dan atau penyerahan jasa kena pajak kepada bendaharawan pemerintah, badan, atau instansi pemerintah. Bendaharawan Pemerintah adalah badan atau instansi pemerintah yang memungut Pajak Pertambahan Nilai. PPN merupakan bagian dari PPh karena dipungut oleh Bendaharawan Pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, instansi atau lembaga pemerintah atau lembaga–lembaga Negara lainnya berkenaan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan badan–badan tertentu baik badan pemerintah maupun swasta berkenaan dengan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain. Di Indonesia ini banyak sekali perusahaan yang berdiri dan sebagian besar bergerak di bidang industri. Bidang industri ini merupakan salah satu pendapatan Negara terbesar di bidang pajak, khususnya Pajak Pertambahan Nilai. Berdasarkan keputusan Direktorat Jenderal Pajak nomor Kep – 417/ PJ / 2001, badan usaha yang bergerak di bidang industri itu sendiri termasuk salah satu yang menyumbang cukup banyak dalam penerimaan kas Negara. Mengingat cukup banyaknya perusahaan yang bergerak dibidang industri, dagang dan jasa baik yang berskala besar maupun kecil, sehingga dalam pelaksanaannya penagihan Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) industri, dagang dan jasa di dalam negeri ini tidak terlepas dari ketentuan – ketentuan dan tata cara yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan uraian diatas penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH EFEKTIVITAS SELF ASSESSMENT SYSTEM TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN ) PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK BANDUNG KAREES”

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Akuntansi > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7842

Actions (login required)

View Item View Item