PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PT. HM SAMPOERNA, TBK BANDUNG.

Oktaviani, Finny (2006) PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PT. HM SAMPOERNA, TBK BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dalam suatu perusahaan, guna mengembangkan usahanya atau ekspansi memerlukan dana atau modal. Untuk memenuhi kebutuhan modal tersebut, pasar modal merupakan alternative bagi pemenuhan modal, salah satunya dengan cara go public,yaitu mengeluarkan sebagian kepemilikan-kepemilikan perusahaan atas haknya pada perusahaan kepada masyarakat. Pasar modal di Indonesia pertama kali didirikan di Jakarta pada tahun 1912 dengan nama Bursa Efek Jakarta hingga kini berkembang pesat seiring peningkatan dan perkembangan perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari jumlah perusahaan dengan berbagai jenis industri yang go publik di bursa efek yang semakin meningkat dari tahun ke tahunnya diiringi dengan peningkatan modal kerja yang terakumulasi.Aktivitas di bursa efek ditunjukkan dengan adanya perdagangan saham yang mengakibatkan adanya gejolak harga saham. Harga saham mencerminkan informasi akuntansi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Para investor dalam menanamkan modalnya di bursa efek berharap mendapat keuntungan yang sebanding dengan tingkat resiko yang ditanggungnya. Keuntungan yang diperoleh dapat berupa deviden yaitu keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham dan capital gain yaitu keuntungan dari hasil jual beli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai beli saham, investasi dalam saham memberikan prospek bahwa suatu jumlah yang relatif kecil dapat tumbuh menjadi jumlah yang cukup besar sehingga menarik investor. Banyak faktor yang mempengaruhi perubahan harga saham dari bursa efek, baik yang berasal dari faktor internal maupun eksternal, salah satu diantaranya berupa laporan keuangan. Banyak jenis rasio keuangan yang dapat dijadikan alat analisis, diantaranya perputaran modal kerja (Working Capital Turn over), yang merefleksikan aktivitas perusahaan merupakan salah satu faktor penting untuk mengetahui efektivitas penggunaan modal kerja dalam menghasilkan pendapatan tanpa mengganggu likuiditas perusahaan. Perputaran modal kerja tersebut dapat memperlancar operasional suatu perusahaan untuk memperoleh laba secara optimal. Oleh karena itu perusahaan memerlukan dana untuk memperbesar modal kerja. Salah satunya dengan cara menjual saham kepada masyarakat dan akan tergantung pada posisi keuangan yang telah ada. Jika perusahaan dapat menghasikan laba bersih secara terus menerus untuk masa depan, maka seorang kreditor dapat menilai bahwa kinerja keuangan perusahaan tersebut baik dan dengan sendirinya harga saham akan naik. Sebaliknya, jika perputaran modal kerja tidak menghasilkan laba atau jika perusahaan memperoleh kerugian, dapat mengakibatkan harga saham akan turun. Budiman (1998) menguji pengaruh perputaran modal kerja terhadap perubahan harga saham, dengan mengambil sampel sebanyak 19 bank yang sudah go public di Bursa Efek Jakarta. Hasil dari penelitiannya menunjukkan secara parsial perputaran modal kerja memiliki pengaruh terhadap perubahan harga saham. Tirra (2000) menguji hal yang sama, tetapi sampel yang diambil adalah PT Telkom dan Indosat. Hasil penelitiannya menunjukkan hal berbeda, dimana secara parsial perputaran modal kerja tidak memiiki pengaruh yang signifikan pada saham PT Telkom & Indosat. Dilihat dari uraian dan penelitian di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti kembali perubahan harga saham, dengan pendekatan fundamental, dilihat dari perubahan modal kerja. Objek yang diambil dalam penelitian ini adalah perusahaan manufacture yang bergerak dalam industi rokok yang telah go public di Bursa Efek Jakarta yaitu PT HM Sampoerna Tbk yang merupakan perusahaan besar dan mapan yang telah menjual sahamnya di Bursa Efek Jakarta. Perseroan ini telah melakukan penawaran umum kepada masyarakat melalui pasar modal hingga saat ini dan merupakan perusahaan yang sangat vital bagi industri rokok di Indonesia, sehingga sahamnya merupakan unggulan dan incaran para investor. Perputaran modal kerja secara tidak langsung dapat mempengaruhi penjualan, Apabila penjualan naik, maka laba akan ikut naik dan harga saham pun dapat meningkat. Begitu pun sebaliknya. Terjadinya kenaikkan harga jual eceran rokok yang dilakukan pemerintah, diperkirakan transaksi di lantai bursa akan terkena dampaknya, sehingga saham rokok diduga tidak lagi menarik minat investor. Hal ini disebabkan karena para pelaku pasar menilai bahwa dengan terjadinya kenaikan pada harga jual, maka perusahaan akan mengalami kerugian dan menyebabkan penjualan dari perusahaan menurun dan mendapatkan laba yang kecil. Sehingga apabila laba dari perusahaan kecil, maka para investor akan menilai bahwa kinerja keuangan perusahaan kurang baik dan tidak mau menanamkan sahamnya, sehingga harga saham perusahaan akan turun. Para pelaku pasar tentu turut menghitung dampak dari kenaikan harga jual rokok terhadap kinerja keuangan para emiten rokok. Asumsi normal, setiap kenaikan harga akan berkorelasi negatif terhadap penjualan. Jadi wajar bila sejumlah analisis menilai kinerja emiten rokok yang tercatat di Bursa Efek Jakarta akan turut merosot. Agar dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya menurunnya pendapatan perusahaan, maka PT HM Sampoerna Tbk menaikkan harga jual produknya, sehingga peningkatan harga jual eceran rokok tidak terlalu berpengaruh secara material terhadap perusahaan rokok tersebut. Kendati kinerja perusahaan rokok di Indonesia tidak akan terimbas signifikan oleh harga jual eceran, saham-saham emiten rokok di bursa memang akan tetap sulit dilirik. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul “Pengaruh Perputaran Modal Kerja terhadap Perubahan Harga Saham pada PT HM Sampoerna Tbk Bandung”.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Manajemen > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Manajemen (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: http://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7920

Actions (login required)

View Item View Item