HUBUNGAN KEBIJAKAN DEVIDEN DENGAN NILAI PERUSAHAAN PADA PT. TELKOM, Tbk BANDUNG

Cahyati, Cucu (2006) HUBUNGAN KEBIJAKAN DEVIDEN DENGAN NILAI PERUSAHAAN PADA PT. TELKOM, Tbk BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Fungsi keuangan menempati posisi penting dalam suatu perusahaan yang akan mempengaruhi perkembangan perusahaan. Peranan fungsi keuangan yaitu mencari sumber-sumber pembiayaan, mendapatkan sumber pembiayaan tersebut secara efisien. Seorang manajer keuangan harus dapat melaksanakan peranan dan tugasnya dalam perusahaan dengan baik agar dapat mencapai tujuan perusahaan. Sumber-sumber pembiayaan yang dapat digunakan untuk kegiatan operasi perusahaan terdiri dari dua, yaitu sumber pembiayaan yang berasal dari dalam perusahaan sendiri dan sumber pembiayaan yang berasal dari luar perusahaan. Sumber pembiayaan yang berasal dari dalam perusahaan antara lain terdiri dari modal sendiri maupun laba yang ditahan ( retained earning ). Sedangkan sumber pembiayaan perusahaan yang datang dari luar antara lain adalah melalui hutang atau dengan cara menerbitkan saham. Apabila perusahaan memilih hutang sebagai sumber pembiayaannya maka perusahaan akan dikenakan beban bunga dari hutang tersebut. Namun apabila perusahaan memilih untuk menerbitkan saham, baik saham biasa maupun saham preferen, maka perusahaan mempunyai kewajiban untuk memberikan return kepada investor yang menanamkan modalnya diperusahaan tersebut. Seorang investor yang menanamkan modalnya pada suatu perusahaan, mengharapkan return atau keuntungan yang akan diperolehnya dari investasi yang telah dilakukannya. Keuntungan dari penanaman modal melalui pembelian saham suatu perusahaan terdiri dari dua macam, yaitu berupa dividen dan capital gain. Dividen merupakan bagian keuntungan yang diberikan kepada investor berdasarkan laba operasi yang diperoleh perusahaan dan kebijakan dividen yang ditetapkan oleh perusahaan. Kebijakan dividen merupakan suatu kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan untuk menetapkan berapa bagian dari laba bersih yang akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham dan berupa bagian dari laba bersih itu akan ditanamkan kembali sebagai laba yang ditahan untuk reinvestasi. Sedangkan capital gain adalah keuntungan yang diperoleh investor karena adanya selisih harga jual saham yang lebih tinggi diharga beli apabila saham tersebut dijual. Penentuan kebijakan dividen merupakan salah satu tugas atau fungsi utama seorang manajer keuangan. Kebijakan dividen ini menyangkut keputusan mengenai berapa besar dan dalam bentuk apa kebijakan dividen yang dibagikan oleh perusahaan. Kebijakan dividen ini juga menentukan tentang keputusan, apakah laba seluruhnya dibagikan kepada pemegang saham atau ditahan dalam laba ditahan untuk pembelanjaan investasi dimasa yang akan datang. Laba ditahan (retained earning) merupakan salah satu sumber dana yang paling penting bagi perusahaan dan dividen merupakan keuntungan yang diharapkan oleh pemegang saham. Oleh karena itu manajer keuangan harus dapat menetapkan secara seksama kebijakan dividen yang akan diterapkan oleh perusahaan agar dapat memaksimumkan nilai perusahaan. Perusahaan menginginkan adanya pertumbuhan tetapi dilain pihak perusahaan juga ingin membagikan keuntungan yang diperolehnya kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen. Tetapi kedua hal tersebut saling bertentangan satu dengan lainnya. Jika bagian laba operasi perusahaan yang akan dibagikan sebagai dividen lebih tinggi daripada bagian yang akan ditanamkan kembali dalam laba ditahan, maka ketergantungan perusahaan terhadap sumber dana eksternal semakin besar. Sebaliknya jika perusahaan ingin menahan sebagian besar dari pendapatannya sebagai laba ditahan maka bagian laba pendapatan yang tersedia untuk dividen semakin kecil, sehingga dalam hal ini akan mempengaruhi minat investor terhadap saham perusahaan yang bersangkutan. Akibatnya akan mempengaruhi atau menurunkan harga para saham dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan yang telah go-public biasanya memiliki saham yang ‘likuid’ atau sangat mudah untuk dijual karena dipercaya akan mendatangkan keuntungan bagi pemegangnya. Dalam hal ini PT.Telkom, Tbk Bandung, adalah salah satu perusahaan komunikasi yang telah melakukan go-public sehingga dapat dengan mudah untuk mengukur nilai perusahaannya. Masyarakat sangat menaruh kepercayaan yang besar terhadap kemampuan perusahaan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Perusahaan seperti demikian dapat dikatakan mempunyai nilai yang tinggi karena nilai sangatlah berperan bagi semua pihak yang berkepentingan dengan perusahaan diantaranya pemilik. Nilai yang tinggi juga bisa mendatangkan kepercayaan dari pihak luar misalnya dari kreditur maupun pemasok. Menurut Fred J. Weston dan Thomas E. Copeland yang diterjemahkan oleh Drs. Yohanes Lamarto (1992 : 142), mengatakan bahwa : “Mungkin akan sulit untuk menghitung pengembalian dalam bentuk uang atas beberapa jenis aktiva, seperti halnya hasil karya seni. Seperti juga semuanya aktiva bisnis, aktiva ini memiliki karekteristik fundamental yang menimbulkan arus laba. Namun dalam praktek bisnis, arus laba ini kadang-kadang dengan mudah dapat dihitung seperti pada obligasi. Walaupun demikian terlepas dari sulit atau tidaknya dalam mengukur arus laba, maka nilai dari suatu aktiva bisnis ditentukan oleh besarnya laba yang dihasilkan.” Besarnya nilai perusahaan dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya dalam bidang keuangan yaitu besarnya perbandingan antara jumlah dividen yang dibagikan dengan besarnya laba usaha setelah pajak atau lebih dikenal dengan istilah Dividen Payout Ratio (DPR) yaitu persentase dari pendapatan yang akan dibayarkan kepada pemegang saham. Hal lain yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah Debt to Equity Ratio (DER) yaitu bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk pembayaran hutang keseluruhan, retention rate yaitu besarnya laba yang tidak dibagikan menjadi dividen melainkan dimasukan kembali kedalam perusahaan serta tingkat pertumbuhan yang dialami oleh perusahaan. Dengan mengacu kepada uraian diatas untuk lebih mengetahui mengenai pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan, maka penulis akan mencoba untuk menganalisa dan membuktikan apakah kebijakan dividen berpengaruh dalam memaksimalkan nilai perusahaan. Berdasarkan hal tersebut diatas maka penulis perlu menganalisa lebih lanjut mengenai kebijakan dividen dan hubungannya dengan nilai perusahaan dengan mengambil judul “HUBUNGAN KEBIJAKAN DIVIDEN DENGAN NILAI PERUSAHAAN PADA PT. TELKOM, Tbk BANDUNG.”

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Manajemen > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Manajemen (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7923

Actions (login required)

View Item View Item