ANALISIS TIMBULNYA PRODUK AFKIR DALAM PEMBUATAN ES BALOK DI PT. AGRONESIA SARIPETOJO BANDUNG

Kendrapura, Keken (2006) ANALISIS TIMBULNYA PRODUK AFKIR DALAM PEMBUATAN ES BALOK DI PT. AGRONESIA SARIPETOJO BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

PT. Agronesia Saripetojo Bandung merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang proses produksi. Produk yang dihasilkan berupa es balok(25 Kg) dan es potong (1Kg). Kegiatan produksi harus memberikan hasil yang baik terhadap produk. Dari hasil survey lapangan pada bulan January 2005 Produksi es balok banyak yang afkir artinya tidak memenuhi standarisasi perusahaan atau produk gagal yang di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya manusia, metode, mesin dan peralatan. Untuk itu penulis menganalisa penyebab timbulnya produk afkir dengan beberapa metode seven tools dan budaya 5-s atau 5-r. Seven tools yang digunakan yaitu diagram pareto dan diagram sebab akibat. Diagram Pareto yaitu untuk mengidentifikasi masalah yang paling penting yang mempengaruhi usaha perbaikan kualitas dan merupakan suatu gambar yang mengurutkan klasifikasi data dari kiri ke kanan menurut urutan rangking tertinggi hingga terendah. Sedangkan untuk Diagram sebab akibat digunakan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan timbulnya produk afkir. Dan budaya 5-r digunakan sebagai perbaikan sistem kerja yang berkesinambungan dan di fokuskan terhadap tenaga kerjanya. Selain menerapkan 5-r penulis memberikan usulan diantaranya dua langkah perbaikan yaitu seiri (ringkas) dan seiton (rapi) serta membuat poster dan spanduk tentang budaya 5-r di tempat yang sering terjadinya produk afkir seperti di daerah bak peluncur. Dengan menggunakan metode diatas, produk afkir dapat diminimasi atau ditekan sampai 70% . Bulan januari merupakan priode terakhir sebelum mengenal 5-r (ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin). Pengenalan 5-r dilakukan dengan cara persentasi dan penyuluhan terhadap tenaga kerja selama tiga hari pada bulan februari. Awal diterapkannya 5-r (ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin) pada bulan maret. Pada bulan Januari 2005 produk afkir mencapai 2.200 kg atau sekitar 88 buah es balok yang afkir. Pada bulan Desember 2005 produk afkir sebanyak 425 kg atau sekitar 17 buah. Selisih yang didapat selama 11 bulan mencapai 71 buah es balok. Hasil ini dicapai berkat pelaksanaan budaya 5-r yang diterapkan dengan baik. Pengenalan 5-r dilakukan dengan cara persentasi dan penyuluhan pada bulan februari. Mulai diterapkannya 5-r pada bulan Maret. Budaya 5-r dapat menjadikan tempat kerja yang bersih, nyaman dan enak dipandang. Banyak perbedaan di lantai produksi sebelum dan sesudah diterapkannya 5-r Kata Kunci : Diagram Pareto, diagram sebab akibat (Fish Bone) dan Budaya 5-s

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7956

Actions (login required)

View Item View Item