ANALISIS PERBANDINGAN HARGA POKOK PENJUALAN METODE FULL COSTING DAN VARIABEL COSTING UNTUK BAJU T’SHIRT S/S V SIMPLY DI

Sugiarto, Erik (2006) ANALISIS PERBANDINGAN HARGA POKOK PENJUALAN METODE FULL COSTING DAN VARIABEL COSTING UNTUK BAJU T’SHIRT S/S V SIMPLY DI.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dalam penentuan harga pokok penjualan (HPP) terdapat dua metode yang umum digunakan, yaitu metode full costing dan variabel costing. Hal ini biasanya ditemukan di berbagai perusahaan yang mengadaptasi sistem pembukuan modern, baik perusahaan berskala kecil maupun yang besar. Penelitian ini diadakan di perusahaan yang bergerak dalam bidang industri garmen, yang berdomisili di Bandung dengan nama perusahaan PT. Blesindo Mega Anugerah ( BMA). Berbagai produk yang dihasilkan PT. BMA berjenis busana. Untuk objek penelitian ini difokuskan terhadap satu macam produk yang rutin diproduksi tiap minggunya, yaitu T shirt S/S V Simply dengan data yang diambil hanya tiga periode, yaitu bulan Juni, Juli dan Agustus Tahun 2005. Dalam menentukan harga pokok penjualan, perusahaan menggunakan metode full costing, yang mana biaya produksi variabel dengan biaya overhead pabrik tetap dihitung untuk tiap periodenya. Hasil menunjukkan bahwa dengan menggunakan variabel costing, PT. BMA akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pada full costing. Hal ini disebabkan pembebanan biaya produksi per unit untuk full costing, biaya overhead pabrik tetap diperhitungkan untuk tiap bulannya, sedangkan variabel costing biaya tersebut dibebankan pada tarif kapasitas normal yang telah ditentukan, sehingga keuntungan tersebut diperoleh tanpa dipengaruhi oleh kapasitas produksi. Pada Tabel di bawah ini diketahui tingkat perolehan harga pokok penjualan dan laba bersih yang dihasilkan variabel costing setelah adanya persediaan awal lebih besar dari pada full costing untuk setiap bulannya. Full Costing Variabel Costing Bulan Juni Juli Agustus Juni Juli Agustus HPP 1.034.025,57 1.063.590,9 1.086.029,1 1.055.886,72 1.124.992,4 1.134.075 Laba bersih 2.080.114,73 2.245.003,3 2.493.725,2 2.020.176,85 2.254.841,4 2.493.725,2 Dari hasil penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa variabel costing merupakan metode yang tepat digunakan sebagai kebijakan perusahaan di PT. BMA dalam menentukan harga pokok penjualan.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7960

Actions (login required)

View Item View Item