Tinjauan Hukum Terhadap Hak Pengalih Wujudan Atas Penggunaan Lagu pada Sinema Elektronik Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Budiawan, Ady (2010) Tinjauan Hukum Terhadap Hak Pengalih Wujudan Atas Penggunaan Lagu pada Sinema Elektronik Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pada saat ini di Indonesia, penggunaan lagu yang dialihwujudkan pada sinema elektronik (sinetron) banyak ditayangkan pada televisi merupakan bidang yang sedang banyak digunakan oleh stasiun televisi di Indonesia dengan memanfaatkan popularitas lagu yang telah ada yang merupakan karya cipta seseorang. Syarat agar dapat melakukan hal-hal yang berkaitan dengan ciptaan tersebut, diperlukan izin dari pencipta atau pemegang hak cipta, selain itu, lagu merupakan salah satu ciptaan yang dilindungi oleh Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta (UUHC), karena dalam penggunaan karya cipta lagu yang dialihwujudkan pada sinema elektronik tersebut terdapat sebuah lagu sebagai ide cerita, musik pembuka/lagu latar dan lain-lain yang merupakan karya intelektual manusia yang mendapat perlindungan hukum karena adanya kepentingan hukum, yaitu kepentingan hukum pencipta atau pemegang hak cipta dari lagu yang dialihwujudkan. Hal ini dikarenakan lagu merupakan hasil olah pikir manusia yang membutuhkan tenaga, waktu, dan uang hingga akhirnya menjadi sebuah karya cipta lagu yang dihasilkannya. Permasalahan yang diangkat oleh peneliti dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana perlindungan hukum hak cipta di Indonesia terhadap hak pengalihwujudan atas perjanjian penggunaan lagu pada sinema elektronik, serta bagaimana penyelesaian sengketa yang ditempuh atas pelanggaran dalam hak pengalihwujudan atas penggunaan lagu pada sinema elektronik. Peneliti melakukan penelitian yang bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan metode pendekatan secara yuridis normatif. Data hasil penelitian dianalisis secara yuridis kualitatif, di mana peraturan perundang-undangan yang satu tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan lainnya, serta memperhatikan hirarki peraturan perundang-undangan dan kepastian hukum. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlindungan terhadap hak pengalihwujudan atas perjanjian pembuatan karya cipta lagu untuk sinema elektronik, yaitu berupa perlindungan hukum dan penghargaan atas hak ekonomi dan hak moral kepada pencipta, dimana pencipta berhak mendapatkan royalty dan pencantuman nama (attribution right) serta hak memberi atau melarang untuk merubah konsep ciptaannya (integrity right) sebagaimana dijelaskan pada Pasal 24 ayat (1) UUHC, sedangkan untuk penyelesaian sengketa yang ditempuh, UUHC menyediakan sarana hukum yang dapat dipergunakan, yaitu sarana hukum pidana yang tercantum dalam Pasal 72-73 UUHC dan sarana hukum perdata, yang dilakukan melalui Pengadilan Niaga. Selain dua sarana hukum di atas, berdasarkan Pasal 65 UUHC, selain dilakukan melalui Pengadilan Niaga, para pihak yang bersengketa dapat menyelesaikan perselisihan melalui jalur arbitrase atau alternatif penyelesaian sengketa, antara lain adalah konsultasi, negosiasi, mediasi, konsiliasi.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Hukum Terhadap Hak Pengalih Wujudan Atas Penggunaan Lagu, Senema Elektronik
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Hukum > 2009
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Hukum
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7966

Actions (login required)

View Item View Item