ANALISIS DEGREE OF OPERATING LEVERAGE DAN PERTUMBUHAN RETURN ON ASSETS (ROA) DALAM HUBUNGANNYA DENGAN BIAYA-VOLUME-LABA DI PT. Ti

Hidayati, Masita (2006) ANALISIS DEGREE OF OPERATING LEVERAGE DAN PERTUMBUHAN RETURN ON ASSETS (ROA) DALAM HUBUNGANNYA DENGAN BIAYA-VOLUME-LABA DI PT. Ti.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Kondisi finansial perusahaan dapat menjadi suatu gambaran keberhasilan dalam memperoleh keuntungan hasil penjualan produk di pasaran. Laba yang dihasilkan harus memadai, sehingga dapat memperkuat posisi keuangan perusahaan yang diperoleh melalui arus pendapatan yang mengalir ke dalam perusahaan secara berkesinambungan dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Hal ini menunjukkan bahwa proses produksi dan penjualan harus berlangsung terus menerus yang didukung oleh manajemen perusahaan yang baik. Laporan keuangan menunjukkan posisi keuangan perusahaan maupun hasil operasinya selama periode tertentu. Salah satunya adalah Return On Assets (ROA) yang mengukur tingkat pengembalian atas total aktiva setelah bunga dan pajak. Apabila perusahaan memiliki biaya operasi tetap maka dikatakan perusahaan menggunakan leverage. Penggunaan operating leverage diharapkan perusahaan mengalami perubahan penjualan yang tinggi sehingga menghasilkan laba yang lebih besar. Analisis titik impas (Breakeven Point Analysis) adalah suatu teknik analisis untuk melihat hubungan kenaikan/penurunan di antara biaya tetap, biaya variabel, volume penjualan dan laba. Tingkat Operating Leverage (DOL) dan Return On Assets (ROA) PT Timah Tbk selama kurun waktu 5 tahun dari tahun 2001-2005 mengalami fluktuasi. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2002 dengan DOL sebesar 0.38 dan ROA sebesar 0.68%, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2004 dengan DOL sebesar 9.91 dan ROA sebesar 7.36%. Terdapat hubungan yang saling mempengaruhi di antara keduanya bahwa semakin tinggi tingkat operating leverage maka ROA akan semakin tinggi pula, dan laba yang diperoleh semakin berfluktuasi terhadap perubahan volume penjualan. Perubahan biaya tetap sangat sensitif dalam penentuan volume titik impas yang akan berpengaruh terhadap laba yang diperoleh. Titik impas (Breakeven Point) yang dihasilkan dalam unit pada tahun 2004 dan 2005 sebesar 31.498 unit dan 18.871 unit serta dalam rupiah sebesar Rp2.528.663.013.785 pada tahun 2004 dan tahun 2005 sebesar Rp1.517.706.156.488. Perusahaan telah sukses menjual produk di atas titik impas agar tidak mengalami kerugian. Keywords: Operating Leverage, Return On Assets, Breakeven Point Analysis

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/8014

Actions (login required)

View Item View Item