ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN UNGKAPAN PENGANDAIAN (Ba, Tara, Nara, To) BAHASA JEPANG (Studi Kasus Mahasiswa Sast

Deni, and Supriyawan, (2006) ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN UNGKAPAN PENGANDAIAN (Ba, Tara, Nara, To) BAHASA JEPANG (Studi Kasus Mahasiswa Sast.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dalam mempelajari bahasa Jepang, mahasiswa sering terbentur dengan perbedaan bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia, salah satu perbedaan yang dimiliki bahasa Jepang adalah ungkapan pengandaian (Joken Hyogen). Dalam bahasa Jepang ungkapan pengandaian terbagi akan empat bentuk dengan masing-masing syarat yang berbeda. Sedangkan dalam ungkapan pengandaian bahasa Indonesia tidak memiliki syarat apapun dalam penggunaannya. Sehingga dengan perbedaan itu mahasiswa mengalami kesulitan dalam menggunakan ungkapan pengandaian bahasa Jepang Dengan dilatar belakangi oleh perbedaan tersebut, penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul “Analisis Kesalahan Mahasiswa Dalam Penggunaan Ungkapan Pengandaian (Ba, Tara, Nara, To) Bahasa Jepang ”. Dalam penelitian ini, Penulis akan mengukur kesalahan dan bentuk kesalahan apa saja yang dilakukan oleh mahasiswa. dengan memakai metode Deskriptif. Dalam menjalankan metode ini, Penulis menggunakan 2 Intrumen sekaligus, yaitu : tes dan angket. Maksud penulis menggunakan tes adalah untuk mengetahui seberapa besar kesalahan yang terjadi sedangkan angket bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya kesalahan. Setelah Penulis menganalisis semua data dan melihat hasil yang di dapatkan dari seluruh penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kurang paham akan ungkapan pengandaian bahasa Jepang, ini terbukti dengan tingginya persentase kesalahan mahasiswa dalam penggunaan ungkapan pengandaian sekitar 78.1 %, dengan masing-masing kesalahan sebagai berikut: kesalahan pada bentuk ba sebesar 23.1%, kesalahan pada bentuk tara sebesar 21.3 %, kesalahan pada bentuk nara sebesar 21.8% dan kesalahan pada bentuk to sebesar 11.8%. selain kurang paham akan ungkapan pengandaian mahasiswa juga tidak tahu akan perubahan yang terjadi dalam verba (dooshi), adjektiva (i-keiyooshi & na-keiyooshi), dan nomina (meishi) ketika dipakai oleh salah satu ungkapan pengandaian dalam bahasa Jepang, ketidakmengertian mahasiswa akan fungsi dan perubahan yang terjadi dalam ungkapan pengandaian bahasa Jepang, disebabkan mahasiswa jarang dalam mempelajari kembali bahasa Jepang yang telah di terima pada saat perkuliahan khususnya materi Joken hyogen ini dan mahasiswa juga jarang menggunakan bahasa Jepang secara lisan maupun tulisan. Dan sebagai hasil akhir dari penelitian ini, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mempelajari bahasa Jepang, memberikan inspirasi bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian sejenisnya, dan bisa membantu para pengajar menemukan strategi yang cocok bagi mahasiswa untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Sastra > Sastra Jepang > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Sastra
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Sastra > Sastra Jepang (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/8045

Actions (login required)

View Item View Item