TINGKAT URBANISASI MASYARAKAT DESA SALAM JAYA KECAMATAN PABUARAN KABUPATEN SUBANG TAHUN 2005

Kusuma Lazuardy, Surya (2007) TINGKAT URBANISASI MASYARAKAT DESA SALAM JAYA KECAMATAN PABUARAN KABUPATEN SUBANG TAHUN 2005.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pertambahan penduduk perkotaan merupakan tantangan serius di seluruh dunia baik di negara maju dan lebih-lebih di negara berkembang khususnya dalam Era Globalisasi, bahkan dalam laporan PBB berjudul “Prospect of World Urbanization” (1987) disebutkan bahwa pada tahun 2000 akan terdapat 23 kota-kota metropolis dengan penduduk diatas 10 juta orang dimana Jakarta termasuk sebagai kota terpadat ke 11 dengan penduduk 14 juta orang, diantaranya 6 kota berada di atas 15 juta jumlah penduduknya dimana empat kota berada di negara-negara sedang berkembang. Akibat dari situasi pembangunan kota-kota, dunia mengalami urbanisasi yang hebat sehingga menyebabkan ledakan-ledakan di kota-kota dalam bentuk pertumbuhan fisik yang pesat dan kepadatan yang tinggi, sehingga diperkirakan pada akhir abad ke 20 separuh dari penduduk dunia akan memadati kota-kota. Indonesia sebagai negara berkembang juga mengalami pertumbuhan di kota-kota dan diperkirakan pada akhir abad ke-20, empat puluh persen penduduk Indonesia akan memadati kota-kota dan menghasilkan distribusi penduduk yang tidak seimbang. Situasi berduyun-duyunnya penduduk dari desa-desa ke kota-kota mengakibatkan kota sering mengalami gejolak, apakah itu dalam bentuk lingkungan hidup yang kacau, kemacetan, bahkan polusi yang berlebihan dibalik adanya masalah banjir dan kebakaran yang makin sering terjadi di kota-kota. Kondisi lingkungan hidup perkotaan yang tidak lagi seimbang dan asri menimbulkan kesenjangan yang makin mencuat, antaranya dengan makin bertambahnya tingkat kemiskinan dan pengangguran di kota-kota, masalah pedagang kaki lima dan demonstrasi-demonstrasi, semakin meningkatkan kuantitas, kualitas kejahatan dan kekerasan di perkotaan. Kenyataan ini lebih diperparah lagi dengan tidak mampunya banyak organisasi sosial dan politik dalam mengantisipasi gejolak yang terjadi. Fenomena “urbanisasi berlebih” menarik perhatian para ahli karena implikasinya yang sangat penting bagi perkembangan masyarakat negara-negara Dunia Ketiga. Pertama, di dalam pemahaman mereka yang menganut tesis urbanisasi berlebih, salah satu implikasi sangat penting dari hadirnya fenomena urbanisasi berlebih adalah menghambat pembangunan ekonomi oleh karena urbanisasi memobilisasi sumber-sumber daya non produksi untuk menciptakan dan mengorganisasikan pelayanan yang diperlukan bagi konsentrasi penduduk yang tinggi di bawah kondisi tingkat industrialisasi yang rendah. Perkembangan penduduk pedesaan mengalami pertumbuhan yang pesat, terutama setelah revolusi fisik atau perang kemerdekaan di tahun 1945-1950. Fenomena ini telah mendorong terjadinya pemekaran wilayah desa, yang menyebabkan jumlah satuan desa menjadi bertambah, lain halnya dengan pertambahan penduduk kota yang menyebabkan semakin meluasnya wilayah kota yang bersangkutan, baik secara vertikal maupun horizontal, pertumbuhan penduduk desa Salam Jaya tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang tersedia di desa tersebut, karena itu mereka berusaha mencari kerja ke tempat lain, dan tempat yang memberikan peluang lapangan kerja yang lebih berarti adalah kota. Kota dijadikan daerah tujuan oleh warga desa Salam Jaya untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dan kecenderungan inilah yang menimbulkan arus urbanisasi berlebih. Pengertian urbanisasi secara harfiah berasal dari kata urban yaitu suatu satuan wilayah (region) ditata dan diorganisasikan secara rasional atas dasar fungsi-fungsi tertentu sehingga menghasilkan apa yang disebut zonifikasi ruang perkotaan (urban) dan menghasilkan pula efektifitas serta efisien yang tinggi. Semua rekayasa ini dilakukan karena lazimnya wilayah suatu daerah perkotaan (urban) itu relatif terbatas. Urbanisasi berarti suatu proses mengkota, yang memiliki banyak arti, diantaranya adalah urbanisasi suatu bentuk gerakan (migrasi) penduduk dari pedesaan ke daerah perkotaan (urban area). Masyarakat perkotaan yang telah memiliki atau menganut nilai-nilai, cara-cara, dan budaya hidup menurut budaya perkotaan. Kelompok masyarakat yang semacam ini tidak hanya terdapat di perkotaan, tetapi terdapat pula di daerah pedesaan, terutama dengan mudah dapat dijumpai dipulau Jawa.

Item Type: Article
Subjects: Laporan Kerja Praktek > Fakultas Sospol > Ilmu Pemerintahan > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:44
Last Modified: 16 Nov 2016 07:44
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/8661

Actions (login required)

View Item View Item