PERANCANGAN SISTEM PENGEMBALIAN KORAN RETUR HARIAN DI PT. PIKIRAN RAKYAT BANDUNG

Handoyo Hambur, Paulinus (2007) PERANCANGAN SISTEM PENGEMBALIAN KORAN RETUR HARIAN DI PT. PIKIRAN RAKYAT BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Konsep Teknologi Informasi merupakan kesatuan konsep yang tidak bisa ditawar lagi. Teknologi dan informasi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Pemahaman akan konsep ini akan menjadi jelas ketika kita melihat perkembangan teknologi informasi itu sendiri. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya. Setelah ucapan itu selesai maka informasi berada ditangan si penerima. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Sampai jarak tertentu meskipun masih terdengar informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali. Kemudian teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya. Adanya alfabet dan angka arabik memudahkan penyampaian informasi dari yang sebelumnya satu gambar mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau penulisan angka yang tadinya MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi ini memudahkan penulisan informasi. Teknologi percetakan memungkinkan pembuatan pintu informasi lebih cepat lagi. Selain itu juga teknologi elektronik seperti radio, tv, posel, computer bahkan membuat informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan. Di tengah gempuran teknologi elektronik yang berkembang sangat pesat dan mulai menjamur, teknologi konvensional dalam menyampaikan informasi masih menjadi primadona. Koran masih menjadi andalan sumber informasi bagi banyak kalangan karena defenisi Koran itu sendiri. “Koran (dari bahasa Belanda: Krant, dari bahasa Perancis courant) atau surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Topiknya bisa berupa even politik, kriminalitas, olahraga, tajuk rencana, cuaca. Surat kabar juga biasa berisi kartun, TTS dan hiburan lainnya.” (http://id.wikipedia.org/wiki/koran). Sifatnya yang mudah, murah namun memuat banyak informasi menjadikannya sebagai sumber informasi yang banyak diminati. PT. Pikiran Rakyat merupakan pemain yang penting dalam dunia media cetak khususnya Koran di Jawa Barat. Hadir dalam format yang menarik, dengan harga yang terjangkau serta berita-berita yang menarik dan up to date, oplah penjualan Koran di Jawa Barat tidak perlu disangsikan lagi. Namun kondisi ini tidak serta merta berarti bahwa setiap harinya Koran yang dicetak terjual semuanya. Setiap harinya terdapat juga banyak Koran yang tidak teserap oleh pasar. Artinya Koran-koran tersebut setelah berada sehari dipasar akan dikembalikan lagi ke PT. Pikiran Rakyat oleh para Agen penjualannya. Proses pengembalian ini telah diatur melalui Prosedur Pengembalian Return Harian. Prosedur ini dibuat agar pengembalian Koran oleh para Agen dapat terdokumentasi dengan baik sehingga tidak terjadinya kesenjangan antara pihak PT. Pikiran Rakyat dengan para Agen yang merupakan tulang punggung pemasaran Koran Harian Umum Pikiran Rakyat dilapangan. Prosedur yang jelas dan tertata dengan baik akan sangat membantu proses dokumentasi dan mampu mengefisienkan waktu serta tenaga. Hubungan baik dengan para Agen pun terjaga. Sebagaian besar prosedur pengembalian Koran Retur Harian sudah tertata dengan baik namun dibeberapa bagian terdapat pemborosan dokumen dan terdapat beberapa data yang tidak terdokumentasi dengan baik. Sehingga pengembangan system dirasa perlu untuk mendapatkan sitem yang lebih baik. “Pengembangan system (systems development) dapat berarti menyusun suatu system yang baru untuk menggantikan system yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki system yang telah ada.” (Jogiyanto, 2005 : 35). Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal salah satu diantaranya karena adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di system yang lama.

Item Type: Article
Subjects: Laporan Kerja Praktek > Fakultas Teknik > Teknik Informatika > 2007
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:44
Last Modified: 16 Nov 2016 07:44
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/8881

Actions (login required)

View Item View Item