LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI PT. VISUAL INSAN PERSADA (CT. CHANNEL) BANDUNG

Amalia, Mirna (2007) LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI PT. VISUAL INSAN PERSADA (CT. CHANNEL) BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Suatu hari di pagi yang cerah. Burung-burung kecil beterbangan dari satu pohon ke pohon lainnya di sebuah taman belakang rumah mungil kawasan pemukiman Haruman Sari Ujungberung kota Bandung. Ikan mas dan gurame serta ikan-ikan lainnya di kolam sekitar taman itu, saling sikut seolah-olah tak mau bersahabat, berebut makanan layaknya para elite politik di kala musim berebut kursi. Gemercik air yang mengalir dari pancuran bambu menggambarkan suasana kehidupan di sebuah pedesaan yang asri dan nyaman. Melengkapi keasrian taman bunga dan pepohonan produktif di sekitar kolam ikan, terdapat sebuah saung yang dirancang berdasar arsitektur khas rumah Pasundan. Inilah saung rangon tempat lesehan dan bercengkrama serta tempat melepas rindu pemiliknya dikla kedatangan sahabat-shabat karibnya yang berkunjung untuk silaturahmi. Diawal Januari 2005, pemilik Saung Rangon H. Yusuf Supardi, S.Ip, sebagai tuan rumah, kedatangan tiga sahabat karibnya yakni H. Kasan Iskndar, H. Emi Klanawidjaja,SH., dan Drs. Samugyo Ibnu Redjo, MA. Maka ramailah suasana di Saung Rangon itu dengan obrolan ringan yang dibumbui senda gurau. Sementara itu tiba-tiba datang H. Budhi Sutiesnata, S.Sos bersama sahabat lamanya, Charli Rahardi. Sebagai ahli pikir dan ahli dzikir, dimanapun dan kapanpun Yusuf Supardi berkumpul bersama para sahabat karibnya ada saja ide-ide segar dan gagasan baru. Maka lahirlah sebuah gagasan untuk mendirikan sebuah stasiun televisi lokal tetapi berwawasan Nasional. Kota Bandung sebagai Ibu Kota Propinsi Jawa Barat dengan julukan Kota Jasa dan Budaya, ketinggalan sekian langkah oleh kota-kota besar lainnya di pulau Jawa dan Bali. Antara lain Denpasar, Surabaya, Jogyakarta dan Cilacap telah lebih dulu memiliki stasiun televisi swasta yang beroperasi di tingkat lokal. Dilihat dari sisi populasi penduduk dan potensi ekonomi, masih banyak daerah potensial yang belum tergarap sepenuhnya. Sementara program tayangan sejumlah televisi swasta yang beroperasi di tingkat nasional, belum menyentuh norma-norma budaya, adat istiadat dan aspek sosial ekonomi di setiap daerah secara mendalam. Di era globalisasi seperti sat ini, tayangan-tayangan berbau budaya asing seperti pornoaksi, pornografi, model pakaian yang tidak selaras dengan budaya Indonesia sangat mendominasi pertelevisian Nasional. Dampak negatifnya yang paling terasa antara lain terhadap model pakaian dan kepribadian serta memilih hiburan. Mereka kebanyakan kawula muda, cenderung lebih merasa bangga dan lebih bergengsi mengadopsi budaya asing daripada budaya negeri sendiri yang terkenal santun. Rasa keprihatinan sebagai umat Muslim sehubungan dengan semakin maraknya tayangan hiburan di sejumlah televisi swasta nasional yang lebih dahulu berkiprah, lebih dominan menampilkan tayangan-tayangan budaya asing yang ada kalanya kurang sejalan dengan budaya kita serta tontonan yang tidak ada tuntunannya melatarbelakangi lahirnya stasiun televisi lokal yang berwawasan Nasional di kota Bandung ini. Berkat ridho Allah SWT, disertai kebersamaan langkah dan gerak serta semangat yang menggebu-gebu dari Lima Sekawan yang belakangan ini menamakan kelompoknya sebagai Pandawa Lima, maka segala urusan pun lancar, segala perizinan turun dari sejumlah instansi dan institusi serta lembaga berkompeten yang terkait. Dan atas bantuan notaris Adjie Subandi Dharma Kesuma, SH di Jl. Sekar Tonggeret 2 Bandung, pada hari Rabu 26 Januari 2005 berdiri sebuah Perseroan Terbatas yang diberi nama PT. Visual Insan Persada dengan Akta Notaris Adjie Subandi Dharma Kesuma, SH – Nomor 10 Tahun 2005 sebagai badan Hukum beroperasinya sebuah stasiun televisi swasta lokal yang bernama CT. Channel. Sebagai pendiri, Pandawa Lima sepakat bahwa fokus siaran CT Channel lebih mengedepankan seputar budaya dan pariwisata, pendidikan, pencerahan dan pemberdayaan umat, informasi aktual, pemirsa maupun para pengusaha lokal dan nasional. Siaran percobaan pertama dilakukan sekitar 17 Agustus 2005. Pada awalnya CT Channel ini dalam pengoperasian program-programnya masih menggunakan tower milik TVRI Bandung hingga Desember 2005. Namun setelah memiliki tower sendiri, pengoperasian dihentikan sejenak sejak Desember 2005 hingga Mei 2006 untuk menyelesaikan masalah tower, transmisi dan teknis lainnya di Panyandaan, Cimahi. Dan semenjak itu pengoperasian dilakukan kembali hingga sekarang. CT Channel yang beroperasi pada gelombang UHF 36 ini dan mempunyai slogan “PAS…Pilihan Anda Semua”, sekarang ini beralamatkan di Jl. Soekarno Hatta No.575 D-E Bandung dan mempunyai kantor perwakilan Jakarta di Jl. Pramuka Raya Kav.15 Jakarta Pusat dan Jl. Boulevar Raya 3/ 12 Jakarta.

Item Type: Article
Subjects: Laporan Kerja Praktek > Fakultas Sospol > Ilmu Komunikasi > 2007
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:44
Last Modified: 16 Nov 2016 07:44
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/8884

Actions (login required)

View Item View Item