LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN PADA BAGIAN HUMAS DI PT PUPUK KUJANG CIKAMPEK

Detya K, Asmila (2007) LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN PADA BAGIAN HUMAS DI PT PUPUK KUJANG CIKAMPEK.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Ditahun 1960, pemerintah mencanangkan pelaksanaan Program Peningkatan Produksi Pertanian di dalam usaha swasembada pangan. Demi suksesnya program pemerintah ini maka kebutuhan akan pupuk mutlak harus dipenuhi mengingat produksi PUSRI waktu itu diperkirakan tidak akan mencukupi. Menyusul ditemukannya beberapa sumber gas alam di bagian Utara Jawa BArat tepatnya di Jaribarang, Cirebon dan di lepas Pantai Cimalaya, serta didukung oleh fasilitas alin yang dapat menunjang pendirian sebuah pabrik pupuk, maka muncullah gagasan untuk mendirikan pabrik urea di Jawa Barat. Untuk mewujudkan proyek tersebut pemerintah sebagai pelaksana proyek, maka tanggal 17 April 1975 keluar Surat Keputusan Presiden No. 16 Tahun 1975, mengenai pengelolaan proyek pupuk Jatibarang dialihkan dari departemen Pertambangan dan energi diserahkan kepada Departemen Perindustrian. Menyusul keputusan Presiden ini maka pada bulan April 1975, Menteri Perindustrian mengeluarkan Surat Keputusan No. 25 /M/4/1975 untuk membentuk suatu tim untuk penyelesaian proyek pabrik pupuk di Jawa Barat dengan ketua Dirjen Industri Kimia sebagai Presiden adalah Ir. A. Salmon Mustafa, dan Ir. Didi Suwardi sebagai Direktur Teknik. Untuk mengelola pabrik pupuk urea yang akan didirikan tersebut maka dibentuklah sebuah badan hokum (persero) dengan peraturan pemerintah No. 19/1975 tertanggal 2 Juni 1975. Pemberian nama PUPUK KUJANG dilakukan oleh Aang Kunaefi sebagai Gubernur Jawa Barat saat itu. Tanggal 19 Juni 1975 dengan akta Notaris Sulaeman Ardjasasmita, SH No. 19 tahun 1975 didirikan PT PUPUK KUJANG, sebuah Badan Milik Negara di Lingkungan Depertemen Perindustrian. PT Pupuk Kujang atas pertimbangan teknis dan ekonomis, diserahi untuk membangun pabrik urea dikawasan desa Dawuan, kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang Jawa Barat. Proyek dilaksanakan dengan biaya dari pinjaman Kerajaan Iran sebesar 200 juta US$, dalam bentuk two-step-loan, termasuk biaya gas transmission line dari Cimalaya ke Cikampek. Disamping itu juga dibiayai dari dana rupiah dalam bentuk Penyertaan modal pemerintah sebesar Rp.38.102.970.000,- sehingga total nilai investasi sebesar Rp. 124.785.537.000,- dengan debt-to-equlity ratio sebesar 50 : 50. Pembangunan pabrik mulai dilaksanakan pada bulan Juli 1976 dengan Kontraktor utama Kelog Overseas Corporation (KOC) USA untuk unit amoniak, dan Toyo Engineering Corporation (TEC) dari Jepang untuk unit Urea. Pada masa pembangunan proyek PT Pupuk Kujang telah dilakukan penelitian analisis mengenai dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan setempat pada saat pembangunan pabrik dan dugaan lingkungan jika pabrik telah beroperasi. Proyek selesai 3 bulan lebih awal dari jadwal, sehingga pada tanggal 7 November 1978 PT Pupuk Kujang telah menghasilkan pupuk urea yang pertama. Pada tanggal 12 Desember 1978, Bapak Presiden Soeharto telah berkenan meresmikan pengoperasian pabrik PT Pupuk Kujang yang memiliki kapasitas terpasang 570.000 ton urea per tahun dan pada tanggal 1 April 1979 PT Pupuk Kujang mulai beroperasi komersil.

Item Type: Article
Subjects: Laporan Kerja Praktek > Fakultas Sospol > Ilmu Komunikasi > 2007
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:44
Last Modified: 16 Nov 2016 07:44
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/8892

Actions (login required)

View Item View Item