LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) DI BAGIAN SEKSI HUMAS & PROTOKOL PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA BANDUNG

Robianty, Dian (2007) LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) DI BAGIAN SEKSI HUMAS & PROTOKOL PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Awal dari terbentuknya perusahaan pada tahun 1916 yaitu pada saat pertama kali didirikannya suatu perusahaan air minum yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih bagi masyarakat Bandung. Pada waktu itu, perusahaan berada di bawah pengawasan “Technische Dienst Afdeling A” yang masih dalam tangan kekuasaan pemerintah Kolonial Belanda. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan air bersih pada tahun 1954, pemerintah Republik Indonesia mengadakan perubahan dan penyempurnaan terhadap perusahaan ini. Kemudian perusahaan air minum ini ditempatkan di bawah pengawasan “Dinas Perusahaan Bagian B” yang berada di lingkungan Kota praja Bandung dan pada tahun 1967 dinas tersebut dipisahkan tersendiri dan diubah namanya menjadi “Dinas Teknik Penyehatan” yang juga membawahi bagian kebersihan. Penyempurnaan atas dinas Teknik Penyehatan dilakukan lagi pada tahun 1972, dengan tujuan utama yang lebih dibebankan lagi, yaitu untuk penyediaan dan pelayanan air bersih serta membantu pemerintah daerah. Perubahan yang terakhir dilakukan adalah pada tahun 1974. Dalam sidang pleno 24 Mei 1974 DPRD Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung telah mengesahkan perusahaan ini sebagai suatu perusahaan yang berdiri sendiri dengan nama “Perusahaan Daerah Air Minum”. Pembentukan PDAM Kota Bandung sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini berdasarkan Peraturan D (Perda) Kotamadya Bandung Nomor 7/PD/1974 jo Perda Nomor 22/1981 jo. Perubahan ini dimaksudkan agar dapat dilakukan peningkatan penyediaan dan pelayanan air bersih kepada masyarakat, serta disamping itu perusahaan ini diharapkan akan dapat langsung memanfaatkan income yang diperolehnya. Pada Tahun 1978 s/d 1985 untuk meningkatkan debit air, mulai dilaksanakan fisik Pengembangan Air Minum Tahap I atau BAWS I, dengan membuat sumur Artesis sepanjang jalan kereta api. Tahun 1985 s/d 1991 membangun Mini Plant Cibeureum dengan air bakunya dari sungai Cibeureum, Mini Plant Pakar dengan air bakunya dari sungai Cikapundung dan membangun Intake Siliwangi serta pembangunan saluran air kotor sepanjang 176,30 Km. Dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, maka masalah-masalah sanitasi lingkungan merupakan masalah yang cukup penting untuk diperhatikan, diantaranya masalah pembuangan air kotor. Pada tahun 1978-1979 Pemerintah Kota Bandung melaksanakan studi “Bandung Urban Development and Sanitary” yang mengusulkan strategi penanganan pengembangan divisi air kotor Kota Bandung. Sarana air kotor yang dibangun jaringan perpipaan air kotor berada di daerah berpenduduk padat yaitu, Bandung Barat, Bandung Timur dan Bandung Tengah-Selatan. Sedangkan instalasi pengolahan air kotor di bangun di Desa Bojong Sari Kecamatan Bojong Soang Kabupaten Bandung. Adapun lokasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung sangat strategis, berada di kawasan Cekungan Bandung tepatnya Jalan Badak Singa No.10 yaitu berada di jalur perkotaan yang berdekatan dengan pusat Pemerintahan Kota Bandung, pusat perbelanjaan, pemukiman, perkantoran, dan kawasan pendidikan.

Item Type: Article
Subjects: Laporan Kerja Praktek > Fakultas Sospol > Ilmu Komunikasi > 2007
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:44
Last Modified: 16 Nov 2016 07:44
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/8922

Actions (login required)

View Item View Item