TINJAUAN ATAS PERHITUNGAN KREDIT MODAL KERJA BISNIS-RITEL DENGAN METODA WCTO PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero), Tbk CABANG A. RIVAI PALEMBANG

Safitri, Emilia (2007) TINJAUAN ATAS PERHITUNGAN KREDIT MODAL KERJA BISNIS-RITEL DENGAN METODA WCTO PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero), Tbk CABANG A. RIVAI PALEMBANG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Setiap perusahaan mempunyai karakteristik tersendiri sehingga dalam pengelolaannya harus disesuaikan dengan karakteristik perusahaan bersangkutan. Salah satu karakteristik yang berbeda adalah antara perusahaan yang memasarkan produk barang dengan perusahaan yang memasarkan produk jasa. Kedua jenis perusahaan tersebut membutuhkan sistem pengelolaan yang berbeda, walaupun dalam beberapa hal terdapat kesamaan. Salah satu perusahaan yang memasarkan produk jasa adalah lembaga keuangan bank. Peranan utama bank sebagai lembaga intermediasi keuangan (financial intermediary) adalah mengalihkan dana dari pihak yang kelebihan dana (surplus) kepada pihak yang kekurangan dana (deficit) di samping menyediakan jasa-jasa keuangan lainnya. Oleh karena itu bank berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan atau perantara keuangan, maka dalam hal ini faktor kepercayaan dari masyarakat atau nasabah merupakan faktor utama dalam menjalankan bisnis perbankan. Selain faktor kepercayaan, bank sebagai lembaga intermediasi keuangan juga harus menjamin likuiditas, artinya mempunyai kemampuan dalam memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dilunasi. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kemampuan untuk memperoleh laba. Kemampuan untuk memperoleh laba merupakan tolak ukur keberhasilan pengelolaan bank. Dalam menjalankan usahanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, kegiatan bank sehari-hari tidak terlepas dari bidang keuangan. Seperti perusahaan lainnya, kegiatan bank secara sederhana dapat dikatakan sebagai tempat melayani segala kebutuhan nasabah. Kegiatan utama suatu bank adalah menghimpun dana dari masyarakat melalui simpanan dalam bentuk tabungan deposito berjangka, giro dan kemudian menyalurkan kembali dana yang dihimpun tersebut kepada masyarakat umum dalam bentuk kredit yang diberikan. Bank sebagai lembaga keuangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara. Turut serta dalam pembangunan nasional yang salah satunya melalui penciptaan perkembangan ekonomi yang stabil. Untuk menuju ekonomi yang stabil, telah diberikan kesempatan yang besar bagi perusahaan-perusahaan, badan-badan pemerintah, swasta dan perorangan untuk menyimpan dan meminjam modal yang dikenal dengan nama kredit. Kredit merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan untuk itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya. Sumber pendapatan bank masih didominasi oleh Pendapatan Bunga (Interest Revenue). Dalam neraca kita juga dapat melihat bahwa kredit yang diberikan masih menduduki posisi terbesar dari pendapatan aktiva (earning assets) bank. Neraca juga menunjukkan bahwa sumber pembiayaan utama untuk kredit tersebut dana pihak ketiga (tabungan, deposito dan lain-lain). Kredit adalah bisnis yang beresiko, di mana kemungkinan ada kredit yang diberikan tidak dapat tertagih (kredit macet). Debitur (penerima kredit) dapat mengemukakan banyak alasan untuk itu. Bank harus membayar setiap rupiah dari dana masyarakat yang ditempatkan pada bank. Bank tidak dapat dan tidak boleh mengatakan bahwa karena kredit yang diberikannya tidak tertagih maka dana masyarakat belum dapat dibayar. Sehubungan dengan hal tersebut, pihak bank hanya memberikan kredit kepada debitur yang layak. Bank harus dapat mengendalikan resiko kredit yang diberikannya. Untuk itu, bank mengembangkan suatu proses seleksi untuk menyaring setiap proposal kredit yang masuk. Melalui proses penyaringan tersebut diharapkan kredit yang diberikan adalah kredit dengan kualitas baik. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk merupakan salah satu bank pemerintah yang memberikan kredit terhadap perusahaan-perusahaan, badan-badan pemerintah, swasta dan perorangan untuk meminjam modal baik dalam jumlah yang kecil maupun dalam jumlah yang besar. Dari besarnya jumlah pinjaman, kredit terbagi dalam beberapa bagian antara lain Kredit Bisnis-Ritel dengan besar kredit antara Rp 300.000.000,00 sampai dengan Rp 5.000.000.000,00. Besarnya bunga kredit untuk setiap tahunnya mengalami perubahan, hal tersebut dipengaruhi oleh faktor suku bunga Bank Indonesia (BI) dan keadaan perekonomian Indonesia. Untuk tahun 2006, besarnya bunga kredit untuk bisnis-ritel 16% sampai 21% yang ditentukan oleh kantor pusat. Dalam pemberian kredit PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para debitur atau calon debitur dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat serta untuk penerapan prudential banking. Untuk itu diperlukan kebijakan dan prosedur pelayanan yang tepat dan standar.

Item Type: Article
Subjects: Laporan Kerja Praktek > Fakultas Ekonomi > Akuntansi > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:45
Last Modified: 16 Nov 2016 07:45
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/9074

Actions (login required)

View Item View Item