LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI REDAKSI MAJALAH RIPPLE

Wirawan, Indra (2007) LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI REDAKSI MAJALAH RIPPLE.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Corak budaya masyarakat Bandung yang kreatif dan inovatif merupakan salah satu nilai lebih yang dapat digali lebih dalam, sehingga menghasilkan potensi yang dapat memberikan kontribusi untuk kota Bandung pada khususnya dan nasional pada umumnya. Aktualisasi keberadaan potensi lokal di Bandung dapat terlihat dari busana, musik, seni, maupun kebudayaan lainnya memberikan corak yang kuat sebagai suatu kekayaan akan sebuah keragaman yang hidup berdampingan. Secara geografis Bandung sebagai kota kecil memiliki karakteristik yang terbuka, kerjasama, apresiatif yang kuat terhadap kebaharuan dari masyarakatnya, dimana keberadaan mereka yang berangkat dari generasi mudanya untuk tetap aktif berpartisipasi dan menghidupi apa yang sudah diakrabi dan digeluti sebagai suatu sikap tersendiri. Ketika tidak ada media yang bisa menyuarakan kepentingan untuk menyikapi selera kaum minoritas, pada tahun 1999 Ripple menghiasi wacana keberadaan media massa lokal di Kota Bandung. Majalah Ripple mengawali eksisitensinya dengan konsep pocket magazine yang berisi tentang pergerakan scene local, musik, desain grafis, gaya hidup dan olahraga ekstrim diantaranya, skateboard, BMX, dan surfing (selancar). Majalah Ripple mempunyai karakter yang berbeda dari majalah-majalah anak muda biasanya, lay out Ripple sangat progresif , tema-tema artikelnya dikemas dengan gaya bahasa yang berbeda dengan majalah anak muda pada umumnya yang sering menggunakan bahasa ‘gaul’. Kepekaan yang tinggi terhadap perkembangan gejala sosial yang ada, terutama pada fenomena keberadaan komunitas lokal yang dianggap tidak berpihak pada sang kapitalis menjadi dasar bagi majalah ini untuk bisa memperjuangkan keberadaan mereka di tengah dunia yang serba kapitalis ini. Ripple sebagai majalah lokal dianggap oleh sebagian orang dengan istilah majalah indie atau independen. Dikatakan majalah indie atau independen karena, majalah ini memang dibuat tanpa modal besar atau saham dari para investor kaya. Ripple pada awal berdirinya dikelola oleh 2 orang seniman muda lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Seni Grafis yang mempunyai visi yang sama dalam memandang sebuah idealisme. Dengan berdasar pada selera pribadi dan semangat mengangkat eksisitensi komunitas lokal. Akhirnya majalah ini mempunyai komunitasnya tersendiri dan terus berkembang sampai dengan saat ini. Seiring dengan waktu, perkembangan Majalah Ripple sudah menjadi majalah yang cukup diperhitungkan di Indonesia, distribusi yang luas mencakup kota-kota besar di Indonesia dan bermunculannya produk-produk dengan merk “besar” yang menggunakan Ripple sebagai media promosi. Majalah Ripple telah membawa beberapa nama musisi dan seniman lokal seperti Mocca, Rocket Rockers, Koil ke atas permukaan sehingga mereka di kenal dan karyanya diapresiasi oleh banyak orang. Bukan karena tampilan fisik tetapi karena kualitas musik dan performance yang “mendobrak” .

Item Type: Article
Subjects: Laporan Kerja Praktek > Fakultas Sospol > Ilmu Komunikasi > 2007
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:45
Last Modified: 16 Nov 2016 07:45
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/9427

Actions (login required)

View Item View Item