KAMPANYE MENGURANGI HIDROKARBON PADA KUALITAS UDARA DI KOTA BANDUNG

Adhi Mikohltha, Ronna (2007) KAMPANYE MENGURANGI HIDROKARBON PADA KUALITAS UDARA DI KOTA BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Perkembangan pembangunan dalam bidang industri dan ekonomi di dunia tidak terlepas dari akibat pertambahan penduduk dan kemajuan pembangunan itu sendiri. Perpindahan penduduk dari desa ke kota besar telah menimbulkan peningkatan aktivitas di segala bidang yang mana membutuhkan sarana pendukung seperti transportasi. Pertumbuhan penduduk yang juga disertai pertumbuhan ekonomi di Indonesia berkaitan pula dengan pertumbuhan industri dan transportasi di kawasan ini. Dampak dari kemajuan teknologi dan transportasi yang pesat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya akan memacu jumlah buang gas ke udara. Dampak pencemaran udara terjadi dalam beberapa tingkat. Pada skala mikro/lokal, pencemaran udara hanya mempengaruhi kualitas udara setempat, dalam lingkup yang relatif terbatas, misalnya pencemaran udara oleh debu. Selain itu terdapat pula pencemaran udara dalam skala meso atau regional, yang dampaknya dapat mempengaruhi areal yang lebih luas, contohnya air hujan. Peningkatan gas buang dari beberapa sumber emisi, mengakibatkan emisi polutan yang dapat mempengaruhi kadar keasaman air hujan. Tingkat batas keasaman air hujan adalah 5,6 yang berada dalam garis kesetimbangan dengan konsentrasi CO2 atmosfer 330 ppm, sehingga bila kadar keasaman air hujan di bawah 5,6 dikatakan telah terjadi hujan asam. Proses keasaman di berbagai tempat dipengaruhi oleh beberapa keadaan seperti kondisi geografis yang terbentuk cekungan serta di kelilingi pegunungan, angin darat, angin laut, angin gunung dan angin lembah yang mempunyai mekanisme yang sangat kompleks. Akibat yang ditimbulkan karena hujan asam adalah kerusakan hutan vegetasi, gangguan terhadap aktivitas air atau krisis air bersih, algae dan perikanan, serta menimbulkan korosi pada bangunan dan menggangu kesehatan. Dampak yang sangat berarti bagi manusia akibat polusi udara ini sangat berakibat fatal. Beberapa dampak yang dapat menjangkit terhadap masyarakat cepat atau lambat dapat ditimbulkan dari bahayanya timbal atau emisi yang di keluarkan oleh asap mesin bermotor. Pengeluaran emisi dari bensin sebagai suatu bahaya lingkungan yang besar bagi masyarakat, terutama anak-anak. Efek dari timbal itu sendiri dapat mengakibatkan rusaknya sistem syaraf, ginjal, reproduksi, liver, jantung dan urat darah, serta lambung dan usus. Adapun unsur-unsur berbahaya yang terdapat dalam polusi adalah; Sulfur Dioksida (SO2), Karbon Monoksida (CO), Oksida Nitrogen (Nox), Oksidan (O3), Debu (SPM), Pb (Timbal), Hidrokarbon (HC), serta adanya tingkat kebisingan. Di kota Bandung, tingkat parameter dari masing-masing unsur tersebut telah diuji di beberapa bagian kota Bandung (BPLH, Laporan Data Hasil Pengukuran Kualitas Udara Ambien dan Jumlah Kendaraan Rata-Rata Per Jam, 2003-2006). Daerah-daerah tersebut diantaranya TPA Pasir Impun, Terminal Leuwi Panjang, Terminal Cicaheum, Jl. Dipenogoro, Jl. Soekarno-Hatta, Jl. Wastukencana, Margahayu Raya, Jl. Elang, KPAD Sarijadi, Alun-alun, Jl. Rumah Sakit, Jl. Buah Batu (STSI), Jl. Siliwangi, Jl. Ahmad Yani (Lap. Persib), Jl. Punclut, dan terminal Ledeng. Dari hasil pengukuran tersebut juga pihak BPLHD Asep Sudrajat, 2006 kepala bagian penanganan AMDAL, menyatakan bahwa 90 persen penyebab terjadinya pencemaran udara akibat hidrokarbon ini adalah berasal dari kendaraan bermotor roda dua. Dari lokasi-lokasi tersebut dapat di lihat hasil dari pengukuran kualitas udara ambien di kota bandung bahwa tingkat kandungan Hidrokarbon (HC) di lokasi-lokasi tersebut sudah melebihi ambang standar atau di atas 0,24 ppm. Hidrokarbon yang dihasilkan oleh emisi kendaraan bermotor roda dua penyebab polusi udara adalah zat-zat senyawa organik yang mudah menguap, yang dihasilkan dari uap bensin yang tidak terbakar dan produk samping dari pembakaran tak sempurna (Bank Dunia, Pemantauan Lingkungan Indonesia, 2003). Hidrokarbon juga dapat menyebabkan leukimia, dan kanker pada manuasia.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2007
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:46
Last Modified: 16 Nov 2016 07:46
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/9867

Actions (login required)

View Item View Item