PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM GUNA MENARIK MINAT BELAJAR MASYARAKAT

Zamzamy, Barkah (2007) PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM GUNA MENARIK MINAT BELAJAR MASYARAKAT. Diploma thesis, Universitas Komputer Indonesia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Keberadaan pondok pesantren di Indonesia telah banyak berperan dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat. Sejarah perkembang-an pondok pesantren menunjukkan bahwa lembaga ini tetap eksis dan konsisten menunaikan fungsinya sebagai pusat pembelajaran ilmu-ilmu agama Islam sehingga melahirkan kader ulama, guru agama dan mubaligh yang sangat dibutuhkan masyarakat. Dalam rangka meningkatkan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berorientasi pada masyarakat, beberapa pondok pesantren Salafiyah juga telah merealisasikan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Tujuan penyelenggaraan program ini adalah mengoptimalkan pelaksanaan program nasional Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun melalui pondok pesantren Salafiyah. Pondok Pesantren Darul Ulum yang berdiri pada tahun 1983 dengan memulai pembangunan majlis ta’lim yang sekarang disebut aula adalah sebagai wadah untuk kegiatan pengajian Al-qur’an Bapak-bapak, Ibu-ibu dan pemuda masyarakat sekitar pesantren yang pada awalnya kegiatan di aula tersebut adalah pengajian anak-anak “santri kalong” (santri yang datang sore hari dan pulang pada pagi hari). Kegiatan ini terus berlangsung terus hingga berdatanganlah santri untuk berdiam di dalam pesantren tersebut. Tidak lama kemudian pengasuh pengajian tersebut membuatkan sebuah bangunan yang akan dijadikan asrama untuk menampung santri yang bermukim di pesantren. Dari sinilah dimulainya pesantren yang dapat menampung santri-santrinya untuk dapat belajar dan mengaji, inilah cikal bakal Pondok Pesantren Darul Ulum. Pada tahun 1985 Pondok Pesantren Darul Ulum mulai mendirikan Madrasah (yang dalam beberapa hal berbeda dengan “sekolah”) Tsanawiyah atau disingkat MTs. Setara dengan SMP (Sekolah Menengah Pertama). Pembangunan madrasah ini dilakukan karena niat baik dari seorang pendiri yayasan untuk memperbaiki sistem pendidikan dan pengajaran pondok pesantren yang tradisional menuju sistem modern. Dikarenakan banyaknya santri yang bermukim dan tidak mungkin lagi untuk diurus seorang diri oleh seorang kiai, sekaligus membenahi manajemen dan prasarana yang telah ada. Maka peranan kiai dalam hal ini telah dibantu oleh adanya guru-guru (ustadz-ustadzah) baik yang menetap di dalam Pondok Pesantren maupun yang diluar itu semua itu telah dipilih dan ditetapkan untuk dapat mengajar di Pondok Pesantren Darul Ulum. Dan pada tahun 1987 pembangunan sarana dan fasilitas terus berlanjut, seiring perkembangan dan meningkatnya jumlah santri di Pondok Pesantren Darul Ulum. Madrasah Aliyah atau disingkat MA (setara dengan SMA/ SMU) dibangun sebagai lanjutan pendidikan setelah MTs. Ketertarikan minat belajar masyarakat baik dari sekitar pesantren maupun yang dari luar kota Tangerang terhadap pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ulum sangat tinggi, dibuktikan oleh peningkatan jumlah santri yang tidak diduga sebelumnya. Pada tahun 1997 Pondok Pesantren Darul Ulum mendirikan Taman Kanak-kanak Islam Darul Ulum dengan maksud menangani pendidikan pra sekolah dengan masa belajar selama 2 tahun. Setelah beberapa tahun berjalan perkembangan Taman kanak-kanak Islam Darul Ulum kurang dirasakan karena minimnya tenaga pengajar dan kurangnya fasilitas baik sarana dan prasarana yang dapat menunjang belajar dan mengajar untuk anak-anak. Sehingga menyebabkan kurangnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di Taman kanak-kanak Islam Darul Ulum. Akan tetapi Pondok Pesantren Darul Ulum berusaha untuk tetap memperjuang-kan eksistensi di dunia pendidikan dengan menambah guru dan fasilitas bermain anak-anak, selain untuk dapat meningkatkan mutu dan kualitas belajar juga untuk dapat menarik minat masyarakat menitipkan anak-anaknya di Taman kanak-kanak Islam Darul Ulum. Pada tahun 1999 Pondok Pesantren Darul Ulum mengalami penurunan grafik dan angka jumlah santri dan mengurangnya minat masyarakat untuk belajar di Madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Ulum, ini terjadi selama lima tahun terakhir hingga tahun 2004, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya minat masyarakat terhadap pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ulum sangat tinggi. Pondok Pesantren Darul Ulum bukan satu-satunya lembaga pendidikan Islam yang hadir di kota Tangerang, akan tetapi telah banyak bermunculan para pesaing-pesaing yang dengan dana dan modal yang tidak sedikit. Sekolah-sekolah umum di Tangerang telah berkembang dan maju lebih jauh untuk dapat menarik minat masyarakat. Membangun lembaga pendidikan seperti pondok pesantren tidaklah seperti sekolah-sekolah umum lainnya yang didasarkan atas material dan komersialitas dengan membangun sarana dan prasarana terlebih dahulu, akan tetapi berdasarkan pada ketertarikan masyarakat untuk dapat menimba ilmu-ilmu agama yang di syiarkan melalui dakwah tokoh agama tersebut (kiai) sehingga bermunculan sebagian orang dengan minat belajar dan inilah yang mendasari berdirinya sebuah pondok pesantren. Popularitas Pondok Pesantren Darul Ulum tidaklah sepenuhnya dilakukan dengan penyebaran informasi melalui media-media yang akrab ditemui seperti brosur, spanduk, flyer dan billboard saja melainkan dilatarbelakangi oleh peranan seorang kiai yang banyak bepergian melakukan dakwah agama atau kebesaran nama tokoh agama tersebut. Cara seperti ini memang biasa dilakukan oleh sebagian besar pondok pesantren yang telah lama berdiri, karena cara ini dianggap paling efektif untuk menyampaikan promosi lembaga pendidikan tersebut. Walaupun telah didukung oleh media promosi yang biasa dilakukan oleh kebanyakan pondok pesantren seperti yang telah di sebut diatas akan tetapi masih kurangnya public relation yang dibuat secara khusus untuk dapat mendukung eksistensi Pondok Pesantren Darul Ulum dimasyarakat dan masih kurangnya dalam pengemasan informasi yang akan disampaikan kepada khalayak masyarakat atau target audiensinya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2007
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:46
Last Modified: 16 Nov 2016 07:46
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/9873

Actions (login required)

View Item View Item